Jakarta, 9 September 2026 – Paris Saint-Germain (PSG) menaruh kewaspadaan tinggi terhadap Slovan Bratislava menjelang pertandingan pertama mereka pada fase liga Liga Champions 2026/2027 di Parc des Princes, Paris, Rabu malam waktu setempat. Pelatih PSG Luis Enrique menilai klub Slovakia tersebut mempunyai karakter permainan yang menarik sejak ditangani Yaya Toure. Meski PSG berstatus juara bertahan dua musim beruntun dan lebih diunggulkan di atas kertas, Enrique tidak ingin anak asuhnya menganggap pertandingan pembuka tersebut akan berjalan mudah. Ia melihat Slovan mampu memainkan sepak bola berbasis penguasaan bola dan mempunyai keberanian membangun serangan dari belakang. Kondisi itu membuat PSG mempersiapkan pertandingan dengan serius untuk menghindari kejutan pada awal perjalanan mereka mempertahankan gelar Eropa.
Enrique secara khusus memberikan perhatian kepada perkembangan Slovan setelah berada di bawah kendali Toure. Mantan gelandang Barcelona dan Manchester City tersebut mengambil alih klub pada musim panas 2026 dan berhasil membawa Slovan kembali ke fase utama Liga Champions dalam pekerjaan pertamanya sebagai pelatih kepala. Sebelumnya, Toure mengumpulkan pengalaman sebagai asisten pelatih, termasuk dalam staf tim nasional Arab Saudi. Enrique melihat pengalaman Toure bermain dalam tim yang menekankan penguasaan bola turut memengaruhi pendekatan taktik yang diterapkannya. PSG karena itu bersiap menghadapi lawan yang tidak hanya mengandalkan pertahanan rapat, tetapi juga berpotensi mencoba menguasai bola dan membangun permainan sendiri.
Slovan berhasil mencapai fase liga setelah melewati perjalanan panjang pada babak kualifikasi. Klub Slovakia tersebut menyingkirkan Iberia Tbilisi dengan agregat 3-1 sebelum mengatasi Mjällby dengan agregat 4-1 pada putaran berikutnya. Mereka kemudian melewati Celje pada babak play-off dengan agregat 3-2 setelah pertandingan tandang harus berlangsung hingga perpanjangan waktu. Hasil tersebut membuat Slovan belum terkalahkan dalam tujuh pertandingan Eropa pada awal musim ini dengan catatan lima kemenangan dan dua hasil imbang. Rangkaian tersebut menjadi salah satu alasan PSG tidak ingin hanya melihat perbedaan reputasi maupun kualitas individu kedua kesebelasan ketika pertandingan dimulai.
Pertemuan di Paris juga membawa misi besar bagi PSG yang sedang mengejar gelar Liga Champions ketiga secara beruntun. Pasukan Enrique berhasil mempertahankan trofi pada musim lalu setelah melalui perjalanan berat di fase gugur dan mengalahkan Arsenal melalui adu penalti pada pertandingan final. PSG kini berpeluang menyamai pencapaian Real Madrid yang menjadi satu-satunya klub pada era Liga Champions modern yang mampu menjuarai kompetisi tersebut tiga musim berturut-turut. Enrique menyadari status juara bertahan membuat setiap lawan mempunyai motivasi tambahan ketika menghadapi timnya. Karena itu, keberhasilan dalam dua musim sebelumnya diminta tidak membuat para pemain merasa berada dalam zona nyaman.
Tantangan PSG semakin menarik karena performa mereka pada awal kompetisi domestik belum mencapai hasil yang diharapkan. Klub ibu kota Prancis belum memperoleh kemenangan dari tiga pertandingan awal Ligue 1 dan hanya mengumpulkan dua poin, yang menjadi start terburuk mereka dalam kompetisi liga selama 19 tahun. PSG terakhir menelan kekalahan 1-2 dari Monaco di kandang meskipun Enrique menilai permainan timnya sebenarnya tidak seburuk hasil akhir. Sang pelatih menyoroti efektivitas lawan sebagai faktor yang membuat PSG kehilangan poin dan tetap meyakini kualitas permainan timnya akan memberikan hasil lebih baik apabila dipertahankan. Pertandingan menghadapi Slovan kini menjadi kesempatan bagi PSG untuk memperoleh momentum sekaligus memulai perjalanan Eropa dengan hasil positif.
Situasi PSG tersebut turut diperhatikan oleh Toure yang menyadari timnya akan menghadapi salah satu kekuatan terbesar sepak bola Eropa. Pelatih asal Pantai Gading itu menilai periode sekarang dapat menjadi kesempatan menarik untuk menghadapi PSG karena sang juara bertahan sedang mengalami awal musim yang kurang ideal. Namun, ia juga memperingatkan pemainnya bahwa kondisi tersebut dapat membuat PSG tampil dengan motivasi lebih besar untuk memberikan respons. Toure meminta Slovan bermain tanpa rasa takut meskipun harus menghadapi sederet pemain berkualitas di Parc des Princes. Ia ingin anak asuhnya menunjukkan keberanian, determinasi, dan kemampuan menjalankan gaya permainan mereka sendiri daripada hanya bertahan sepanjang pertandingan.
Dari sisi sejarah pertemuan, PSG dan Slovan baru dua kali berhadapan dalam kompetisi UEFA sebelum pertandingan musim ini. Kedua laga tersebut terjadi pada fase grup Liga Europa 2011/2012, ketika pertemuan pertama di Bratislava berakhir tanpa gol sebelum PSG memenangi pertandingan berikutnya di Paris dengan skor 1-0. Slovan sendiri belum pernah mengalahkan klub asal Prancis dalam lima pertandingan sebelumnya dengan catatan dua hasil imbang dan tiga kekalahan. Sebaliknya, PSG mempunyai catatan cukup kuat dalam pertandingan pembuka Liga Champions setelah hanya dua kali kalah pada laga pertama dari 14 musim terakhir. Mereka juga memenangkan empat pertandingan pembuka terakhir, termasuk kemenangan 4-0 atas Atalanta pada musim lalu.
Meski statistik berpihak kepada PSG, performa Slovan di kompetisi Eropa musim ini memberikan alasan bagi Enrique untuk tetap berhati-hati. Salah satu pemain yang dapat menjadi ancaman adalah kapten Andraž Šporar yang mencetak 12 gol ketika membantu Slovan mempertahankan gelar liga domestik musim lalu. Winger muda Nino Marcelli juga menjadi pemain yang perlu diperhatikan setelah menghasilkan tujuh gol dan enam assist sepanjang musim 2025/2026. Selain itu, kedatangan Suleiman Camara menambah pilihan serangan setelah pemain internasional Gambia tersebut mencetak dua gol dalam empat pertandingan kualifikasi Liga Champions. Kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda tersebut memberikan Toure beberapa opsi untuk mencoba mengeksploitasi ruang apabila PSG terlalu agresif menyerang.
Bagi Enrique, kemenangan pada pertandingan pembuka akan menjadi langkah penting untuk mengejar target finis di delapan besar klasemen fase liga sehingga PSG dapat langsung lolos ke babak 16 besar. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai undian PSG musim ini kembali menghadirkan tantangan berat sehingga setiap poin sejak pertandingan pertama mempunyai arti penting. Status sebagai juara dua musim beruntun tidak membuat PSG mendapatkan jaminan perjalanan mudah, terlebih lawan-lawan akan datang dengan motivasi tinggi untuk mengalahkan mereka. Slovan di bawah Toure menjadi ujian pertama terhadap kemampuan PSG meninggalkan hasil kurang memuaskan di kompetisi domestik dan kembali menunjukkan standar permainan mereka di Eropa. Dengan kedua tim sama-sama bertekad memainkan sepak bola berani, laga di Parc des Princes berpotensi menjadi pembuka menarik bagi perjalanan mereka di Liga Champions musim ini.





