Jakarta, 7 September 2026 – Manchester United gagal membawa pulang tiga poin setelah ditahan Everton dengan skor 2-2 dalam pertandingan pekan ketiga Liga Inggris 2026-2027 di Hill Dickinson Stadium, Liverpool, Minggu, 6 September 2026. Setan Merah sebenarnya berada dalam posisi menguntungkan setelah dua kali memimpin melalui gol Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko. Namun, Everton menunjukkan perlawanan hingga menit terakhir dengan membalas lewat Tyrique George dan Ainsley Maitland-Niles. Gol Maitland-Niles pada masa tambahan waktu menjadi pukulan bagi Manchester United yang tinggal beberapa saat lagi mengamankan kemenangan tandang. Hasil tersebut membuat pasukan Michael Carrick harus puas mendapatkan satu poin dari pertandingan yang berlangsung ketat. Kegagalan mempertahankan keunggulan sekaligus kembali menyoroti pertahanan Manchester United yang telah kebobolan dua gol dalam setiap pertandingan liga musim ini.
Manchester United langsung mencoba mengambil kendali pertandingan sejak menit awal dan mendapatkan peluang berbahaya ketika laga baru berjalan sekitar tujuh menit. Bruno Fernandes menyambut bola di sekitar tepi kotak penalti dengan tembakan first-time yang keras, tetapi usahanya masih menghantam mistar gawang Jordan Pickford. Tekanan tim tamu berlanjut melalui Youri Tielemans yang mencoba peruntungan dari jarak jauh pada menit ke-18. Matheus Cunha kemudian memperoleh kesempatan pada menit ke-22 setelah menerima bola di area yang cukup terbuka, tetapi penyelesaiannya melambung di atas gawang. Sejumlah peluang tersebut memperlihatkan Manchester United mampu menemukan ruang di pertahanan Everton meskipun belum berhasil mengubahnya menjadi gol. Tuan rumah perlahan memperbaiki organisasi permainan setelah melewati tekanan pada awal pertandingan.
Everton mulai memberikan ancaman lebih besar ketika pertandingan mendekati akhir babak pertama. Thierno Barry memperoleh kesempatan melalui sundulan pada menit ke-43, tetapi bola masih melintas di atas mistar gawang Manchester United. Tekanan tuan rumah kemudian menghasilkan peluang lain pada masa tambahan waktu setelah Jarrad Branthwaite mendapatkan bola rebound di area pertahanan Setan Merah. Branthwaite mengarahkan tembakan menuju sudut bawah gawang, namun Senne Lammens melakukan penyelamatan penting untuk menjaga kedudukan tetap tanpa gol. Manchester United juga sempat mendapatkan ruang untuk melakukan serangan balik, tetapi pertahanan Everton mampu menghentikan ancaman sebelum berkembang menjadi peluang bersih. Kedua tim akhirnya memasuki ruang ganti dalam kedudukan 0-0 setelah sama-sama gagal memanfaatkan kesempatan pada 45 menit pertama.
Kebuntuan langsung pecah hanya beberapa saat setelah pertandingan babak kedua dimulai. Bryan Mbeumo membawa Manchester United unggul pada menit ke-46 melalui aksi individu yang diakhiri tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur menuju sudut bawah gawang dan tidak mampu dihentikan Pickford sehingga tim tamu memimpin 1-0. Gol tersebut memberikan keuntungan bagi Manchester United untuk mengatur tempo sekaligus memaksa Everton bermain lebih agresif. Mbeumo kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu sumber ancaman utama di lini depan Setan Merah pada awal musim. Manchester United kemudian mencoba memanfaatkan ruang yang muncul ketika Everton meningkatkan jumlah pemain dalam serangan untuk mencari gol balasan.
Everton tidak kehilangan momentum meskipun tertinggal dan mulai memberikan tekanan lebih konsisten terhadap pertahanan tim tamu. Brennan Johnson mendapatkan kesempatan dari luar kotak penalti pada menit ke-58, tetapi tembakannya berhasil diblok dan hanya menghasilkan sepak pojok. Kiernan Dewsbury-Hall kemudian beberapa kali menguji pertahanan Manchester United, termasuk melalui peluang pada menit ke-59 dan 68. Lammens mampu merespons tekanan tersebut dengan sejumlah penyelamatan yang membuat keunggulan timnya bertahan cukup lama. Manchester United pada saat bersamaan kesulitan mempertahankan dominasi seperti yang diperlihatkan pada awal babak kedua. Everton semakin berani mendorong pemain ke depan karena waktu pertandingan terus berkurang.
Kerja keras tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-83 melalui Tyrique George. Pemain muda Everton tersebut menerima umpan Hayden Hackney sebelum melepaskan tembakan keras yang mengarah ke bagian atas gawang Manchester United. Lammens yang sebelumnya beberapa kali menggagalkan peluang tuan rumah tidak mampu menghentikan penyelesaian tersebut sehingga skor berubah menjadi 1-1. Gol George membuat atmosfer pertandingan meningkat karena Everton mulai melihat peluang untuk membalikkan keadaan. Manchester United justru merespons dengan meningkatkan intensitas serangan dan berusaha kembali mendapatkan kendali. Situasi pertandingan berubah menjadi lebih terbuka dengan kedua tim sama-sama memburu gol pada menit-menit akhir.
Manchester United kemudian kembali berada di depan ketika pertandingan memasuki menit ke-88. Luke Shaw mendapatkan ruang di sisi kiri sebelum mengirimkan umpan silang terukur menuju kotak penalti Everton. Benjamin Sesko yang masuk dari bangku cadangan membaca arah bola dengan baik dan memenangkan duel untuk melepaskan sundulan kuat dari jarak dekat. Pickford tidak mampu menghentikan bola sehingga Manchester United kembali memimpin 2-1. Gol tersebut tampak akan menjadi penentu kemenangan karena waktu normal hanya menyisakan beberapa menit. Para pemain Setan Merah kemudian mencoba mempertahankan struktur pertahanan dan mengendalikan pertandingan sampai peluit akhir.
Everton ternyata belum menyerah dan terus mendorong serangan selama masa tambahan waktu. Upaya tersebut menghasilkan momen dramatis ketika Ainsley Maitland-Niles, yang menjalani debut setelah masuk sebagai pemain pengganti, mendapatkan bola di luar kotak penalti. Pada menit ke-90+6, Maitland-Niles melepaskan tembakan first-time jarak jauh yang melengkung menuju sudut atas gawang. Lammens hampir tidak mempunyai kesempatan untuk menjangkau bola yang melaju deras tersebut. Gol spektakuler itu mengubah kedudukan menjadi 2-2 sekaligus menggagalkan kemenangan Manchester United pada detik-detik terakhir. Bagi Maitland-Niles, gol tersebut menjadi cara istimewa untuk menandai penampilan pertamanya bersama Everton.
Hasil imbang tersebut membuat Manchester United mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan awal Liga Inggris musim ini. Tim asuhan Michael Carrick berada di papan tengah setelah mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Everton berada sedikit lebih baik dengan mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan serta mempertahankan catatan belum terkalahkan. Namun, perhatian Manchester United terutama tertuju pada kemampuan menjaga keunggulan setelah dua kali berada di depan dalam pertandingan ini. Setan Merah juga telah kebobolan sedikitnya dua gol dalam masing-masing dari tiga pertandingan liga pertama mereka. Catatan tersebut menunjukkan sektor pertahanan masih menjadi pekerjaan yang perlu dibenahi meskipun lini depan mampu menghasilkan peluang dan gol.
Manchester United meninggalkan Hill Dickinson Stadium dengan hasil yang terasa mengecewakan karena kemenangan sudah berada sangat dekat setelah sundulan Sesko pada menit ke-88. Everton sebaliknya mendapatkan satu poin penting berkat kegigihan mereka mengejar ketertinggalan hingga detik terakhir pertandingan. Mbeumo dan Sesko memberikan tanda positif bagi produktivitas lini serang Setan Merah, tetapi dua gol balasan tuan rumah kembali memperlihatkan masalah dalam menjaga konsentrasi pertahanan. Bagi Everton, kontribusi George dan Maitland-Niles menunjukkan efektivitas pemain baru dalam memberikan perubahan ketika pertandingan memasuki fase menentukan. Skor 2-2 akhirnya menjadi gambaran pertandingan yang berlangsung terbuka dan dramatis hingga penghujung laga. Manchester United kini memiliki tantangan untuk memperbaiki kestabilan permainan agar keunggulan yang diperoleh dalam pertandingan berikutnya dapat dikonversi menjadi kemenangan.





