Jakarta, 5 September 2026 – Daerah Administratif Khusus (SAR) Makau membidik peluang kerja sama baru dengan Singapura seiring pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15 China dan Rencana Lima Tahun Ketiga Makau. Kepala Eksekutif SAR Makau Sam Hou Fai menilai perkembangan kebijakan tersebut akan membuka ruang yang semakin luas bagi kedua wilayah untuk memperkuat hubungan ekonomi dan berbagai sektor strategis lainnya. Makau ingin memanfaatkan hubungan yang selama ini telah terbangun dengan Singapura untuk menciptakan kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan. Bidang perdagangan dan investasi, pariwisata, pendidikan, pembangunan perkotaan, hingga pertukaran antarmasyarakat menjadi sejumlah sektor yang berpotensi dikembangkan. Pemerintah SAR Makau juga berkomitmen menciptakan lingkungan investasi yang menarik dan dapat diandalkan bagi investor asing. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Makau memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus memperluas hubungan dengan kawasan Asia Tenggara.
Sam menyampaikan pandangan tersebut dalam resepsi yang digelar Pemerintah SAR Makau di Singapura dalam rangka kunjungan resminya ke sejumlah negara Asia Tenggara. Ia menilai hubungan antara Makau dan Singapura telah memiliki fondasi yang cukup kuat untuk memasuki tahap kolaborasi berikutnya. Pertukaran tidak hanya diharapkan berlangsung pada tingkat pemerintahan, tetapi juga melibatkan dunia usaha, institusi pendidikan, organisasi masyarakat, dan berbagai kelompok profesional. Keterlibatan lebih banyak pihak dinilai dapat menghasilkan kerja sama yang mempunyai dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi kedua wilayah. Makau juga melihat pengalaman Singapura dalam transformasi ekonomi dan pengembangan industri dapat menjadi referensi penting bagi pembangunan wilayahnya. Kesamaan sebagai ekonomi yang terbuka turut memberikan ruang bagi keduanya untuk berbagi pengalaman dalam menghadapi perubahan ekonomi global.
Pemerintah SAR Makau saat ini tengah menjalankan Rencana Lima Tahun Ketiga untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial periode 2026–2030. Rencana tersebut diselaraskan dengan Rencana Lima Tahun ke-15 China dan menempatkan diversifikasi ekonomi sebagai salah satu agenda penting. Makau selama ini dikenal kuat dalam industri pariwisata dan rekreasi, tetapi pemerintah ingin memperluas sumber pertumbuhan ke berbagai sektor baru. Pengembangan industri, teknologi, kesehatan, jasa modern, serta kegiatan konvensi dan pameran menjadi bagian dari arah tersebut. Diversifikasi dianggap penting untuk meningkatkan ketahanan ekonomi ketika menghadapi perubahan permintaan maupun ketidakpastian global. Singapura dengan pengalaman membangun ekonomi berbasis jasa, teknologi, investasi, dan perdagangan internasional dinilai dapat menjadi salah satu mitra potensial dalam proses tersebut.
Hubungan ekonomi kedua wilayah mendapatkan dorongan melalui Seminar Promosi Ekonomi, Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Makau yang digelar di Singapura pada 31 Agustus 2026. Pertemuan tersebut mempertemukan pelaku usaha dari berbagai sektor dan menghasilkan lebih dari 130 sesi penjajakan bisnis. Rangkaian kegiatan juga menghasilkan lebih dari 80 kesepakatan yang mencakup berbagai bidang. Teknologi tinggi, pengobatan tradisional Tiongkok dan kesehatan holistik, pariwisata, keuangan modern, industri MICE, serta kolaborasi antara dunia usaha, akademisi, dan lembaga penelitian menjadi sejumlah sektor yang mendapatkan perhatian. Hasil tersebut menunjukkan hubungan Makau dan Singapura tidak hanya berkembang pada tataran diplomatik. Pertemuan antarpelaku usaha mulai diarahkan menuju proyek dan kerja sama yang mempunyai peluang untuk direalisasikan.
Sam juga telah bertemu Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong untuk membahas penguatan hubungan kedua wilayah. Pertemuan tersebut menghasilkan kesamaan pandangan mengenai perlunya meningkatkan kerja sama praktis pada tingkat tinggi dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing. Makau menawarkan posisinya sebagai bagian dari Guangdong-Hong Kong-Macao Greater Bay Area sekaligus akses menuju pasar China daratan. Sementara Singapura mempunyai jaringan internasional yang kuat dan menjadi salah satu pusat perdagangan, investasi, keuangan, serta teknologi utama di Asia Tenggara. Kombinasi tersebut dinilai dapat menghasilkan hubungan yang saling melengkapi. Kedua pihak karena itu ingin menjajaki lebih banyak bidang kerja sama yang mampu menghubungkan pasar China dengan Asia Tenggara.
Pengembangan Makau bersama Hengqin juga menjadi bagian penting dari peluang yang ditawarkan kepada investor Singapura. Pemerintah SAR Makau tengah mendorong orientasi pembangunan “Makau + Hengqin” untuk memperdalam integrasi dengan Zona Kerja Sama Mendalam Guangdong-Makau di Hengqin. Kawasan tersebut diharapkan memberikan ruang yang lebih luas bagi pengembangan industri dan aktivitas bisnis yang sulit ditampung sepenuhnya oleh wilayah Makau yang relatif terbatas. Investor dari Singapura didorong memanfaatkan platform tersebut untuk menjangkau Greater Bay Area dan pasar China daratan. Pada saat yang sama, perusahaan Makau dapat memanfaatkan jaringan Singapura untuk memperluas kegiatan bisnis menuju Asia Tenggara. Hubungan dua arah tersebut menjadi salah satu model yang ingin diperkuat dalam kerja sama berikutnya.
Pariwisata menjadi sektor lain yang mempunyai peluang besar untuk dikembangkan. Makau dan Singapura sama-sama mempunyai pengalaman panjang dalam membangun destinasi perkotaan dengan kombinasi hiburan, budaya, kuliner, belanja, serta penyelenggaraan kegiatan internasional. Pemerintah kedua wilayah melihat masih terdapat peluang memperluas pertukaran wisatawan sekaligus meningkatkan kerja sama antarpelaku industri. Promosi bersama, pengembangan produk wisata, serta pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan destinasi dapat menjadi bagian dari kolaborasi berikutnya. Industri MICE juga mempunyai posisi strategis karena dapat mendatangkan wisatawan bisnis dengan nilai ekonomi relatif tinggi. Penguatan konektivitas dan pemasaran diharapkan membuat hubungan pariwisata antara Makau dan Singapura semakin berkembang.
Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri sekaligus Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Singapura Gan Siow Huang menilai hubungan Makau dan Singapura telah menghasilkan berbagai capaian positif. Kerja sama selama ini mencakup perdagangan dan investasi, pariwisata, pendidikan, serta pertukaran masyarakat. Menurutnya, kedua wilayah dapat memanfaatkan keunggulan yang saling melengkapi untuk memperdalam kolaborasi pada tahap berikutnya. Pariwisata dan pembangunan perkotaan menjadi dua bidang yang dinilai memiliki ruang pengembangan cukup besar. Kedua pihak juga dapat bersama-sama menangkap peluang yang muncul dari perkembangan kawasan dan pertumbuhan ekonomi Asia. Hubungan tersebut diharapkan berkembang mengikuti perubahan struktur ekonomi dan kebutuhan pembangunan masing-masing wilayah.
Pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia turut masuk dalam agenda kerja sama. Pertukaran antara perguruan tinggi dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi untuk mengembangkan proyek bersama. Makau membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi semakin beragam seiring agenda diversifikasi ekonominya, sementara Singapura memiliki ekosistem pendidikan dan penelitian yang kuat. Kolaborasi universitas dapat diperluas ke bidang inovasi, teknologi, manajemen, pariwisata, kesehatan, dan pembangunan perkotaan. Hubungan akademik juga berpotensi menghasilkan jaringan profesional yang mendukung kerja sama ekonomi dalam jangka panjang. Pemerintah kedua wilayah karena itu melihat pendidikan bukan hanya sebagai sektor sosial, tetapi juga sebagai fondasi bagi pengembangan industri masa depan.
Kunjungan Sam Hou Fai ke Singapura merupakan bagian dari perjalanan resmi ke tiga negara Asia Tenggara pada 29 Agustus hingga 5 September 2026 yang juga mencakup Indonesia dan Malaysia. Delegasi membawa pejabat pemerintah serta sekitar 120 perwakilan ekonomi dan perdagangan dari Makau, Hengqin, dan sejumlah wilayah China daratan. Perjalanan tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan Makau dengan Asia Tenggara sekaligus membuka pasar baru bagi perusahaan. Sektor kesehatan, biomedis, teknologi, keuangan, perdagangan, pariwisata, MICE, makanan, dan jasa profesional menjadi bagian dari bidang usaha yang dibawa dalam misi tersebut. Melalui rangkaian pertemuan pemerintah, seminar promosi, kunjungan bisnis, dan penjajakan investasi, Makau ingin membangun hubungan yang lebih terstruktur dengan mitra regional. Kerja sama dengan Singapura menjadi salah satu bagian penting dari strategi tersebut untuk memperkuat diversifikasi ekonomi dan membuka peluang pertumbuhan baru.





