Jakarta, 8 Mei 2026 – Direktur Utama ANTARA menekankan pentingnya menjaga akurasi informasi di tengah derasnya arus penyebaran berita dan konten digital yang berkembang sangat cepat saat ini. Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi yang benar, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan di tengah maraknya penyebaran informasi tanpa verifikasi.
Dalam era digital, penyebaran informasi kini berlangsung dalam hitungan detik melalui media sosial, platform digital, dan berbagai aplikasi komunikasi. Kondisi tersebut dinilai memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat, namun di sisi lain juga meningkatkan risiko munculnya hoaks dan informasi menyesatkan.
Dirut ANTARA menjelaskan media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi yang diterima publik. Akurasi berita disebut menjadi hal utama agar masyarakat tidak terjebak pada informasi yang belum tentu benar atau telah dimanipulasi.
Pengamat komunikasi menilai perkembangan teknologi digital memang mengubah pola konsumsi informasi masyarakat. Banyak orang kini memperoleh berita lebih cepat melalui media sosial dibanding media konvensional, sehingga proses verifikasi sering kali terabaikan.
Kondisi tersebut membuat literasi digital menjadi semakin penting. Masyarakat diimbau lebih kritis dalam menerima informasi serta tidak mudah menyebarkan berita yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Menurut pengamat media, kecepatan informasi di era digital sering menjadi tantangan bagi industri pers. Media dituntut mampu menyajikan berita secara cepat tanpa mengorbankan akurasi dan prinsip jurnalistik yang benar.
ANTARA sebagai kantor berita nasional disebut terus berupaya menjaga standar jurnalistik melalui proses verifikasi dan konfirmasi informasi sebelum dipublikasikan kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap media resmi.
Selain media, platform digital dan pengguna internet juga dianggap memiliki tanggung jawab dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat. Penyebaran hoaks dan disinformasi dapat berdampak luas terhadap kondisi sosial, politik, maupun keamanan masyarakat apabila tidak dikendalikan.
Pengamat teknologi informasi menyebut perkembangan kecerdasan buatan dan manipulasi konten digital turut menjadi tantangan baru dalam dunia informasi modern. Karena itu, kemampuan masyarakat untuk mengenali informasi valid semakin diperlukan.
Dirut ANTARA juga menyoroti pentingnya kerja sama antara media, pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam meningkatkan literasi digital nasional. Edukasi mengenai cara memeriksa sumber informasi dan memahami etika bermedia sosial dinilai perlu terus diperkuat.
Di tengah persaingan informasi yang semakin cepat, media profesional dinilai tetap memiliki peran penting sebagai sumber informasi terpercaya yang mengedepankan prinsip akurasi, independensi, dan tanggung jawab publik.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital agar tidak ikut memperluas penyebaran berita palsu atau informasi yang menyesatkan.
Dengan semakin derasnya arus informasi digital, pentingnya akurasi dan verifikasi berita kini menjadi perhatian utama dalam menjaga kualitas informasi serta kepercayaan masyarakat terhadap media.






