Jakarta, 4 Mei 2026 – Penggunaan perangkat digital yang semakin intens di kalangan anak-anak disebut berpotensi memengaruhi fungsi eksekutif otak. Kondisi ini menjadi perhatian para ahli karena dikaitkan dengan meningkatnya perilaku agresif pada anak.
Fungsi eksekutif otak berperan penting dalam mengatur emosi, pengambilan keputusan, serta kemampuan mengendalikan diri. Ketika fungsi ini terganggu, anak dapat mengalami kesulitan dalam mengelola emosi dan berinteraksi secara sosial.
Para pengamat kesehatan menyebut bahwa paparan layar dalam waktu lama dapat memengaruhi perkembangan otak anak, terutama jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial yang cukup. Hal ini dinilai dapat berdampak pada perilaku dan kemampuan konsentrasi.
Selain itu, konten digital yang tidak sesuai usia juga dapat memicu perubahan perilaku. Paparan terhadap konten agresif atau kurang edukatif dinilai dapat memengaruhi cara anak merespons situasi di kehidupan nyata.
Di sisi lain, teknologi digital tetap memiliki manfaat jika digunakan secara bijak. Media digital dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif, asalkan penggunaannya diawasi dan disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Para ahli menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengatur penggunaan perangkat digital. Pembatasan waktu layar serta pendampingan saat mengakses konten menjadi langkah yang disarankan untuk menjaga keseimbangan.
Pengamat pendidikan juga mendorong penerapan literasi digital sejak dini agar anak mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan pelarangan total.
Dengan meningkatnya penggunaan teknologi di era digital, keseimbangan antara pemanfaatan dan pengawasan menjadi kunci dalam menjaga perkembangan anak. Upaya bersama antara keluarga dan lingkungan dinilai penting untuk mencegah dampak negatif yang lebih luas.








