Jakarta, 13 Mei 2026 – Meningkatnya aktivitas digital masyarakat turut memunculkan berbagai risiko baru di ruang internet, mulai dari penipuan online, kebocoran data pribadi, hingga penyebaran informasi palsu. Menyikapi kondisi tersebut, HGI bersama Polda Sumatera Barat menggelar kegiatan literasi digital guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan dan etika dalam penggunaan teknologi digital.
Kegiatan tersebut melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum dengan fokus pada edukasi penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab. Peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk ancaman digital yang kini semakin marak, termasuk modus penipuan melalui media sosial, phishing, perjudian online, hingga penyalahgunaan data pribadi.
Pihak penyelenggara menilai literasi digital menjadi kebutuhan penting di era modern karena hampir seluruh aktivitas masyarakat kini terhubung dengan internet. Kemajuan teknologi memang memberikan banyak kemudahan dalam komunikasi, pendidikan, dan transaksi ekonomi, namun di sisi lain juga membuka peluang terjadinya berbagai kejahatan siber yang semakin kompleks.
Dalam kegiatan tersebut, aparat kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membagikan informasi pribadi di internet. Banyak kasus kejahatan digital bermula dari data pengguna yang tersebar secara sembarangan dan kemudian dimanfaatkan pelaku untuk melakukan penipuan maupun pencurian identitas.
Selain aspek keamanan, peserta juga diberikan edukasi mengenai etika bermedia sosial dan pentingnya memilah informasi sebelum menyebarkannya. Penyebaran hoaks dan ujaran provokatif disebut menjadi salah satu tantangan besar di era digital karena dapat memicu keresahan sosial dan konflik di masyarakat apabila tidak dikendalikan.
Pengamat teknologi menilai peningkatan literasi digital harus dilakukan secara berkelanjutan karena perkembangan dunia digital berlangsung sangat cepat. Masyarakat dinilai tidak cukup hanya memahami cara menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan mengenali risiko dan menjaga keamanan diri saat beraktivitas di internet.
Polda Sumbar menyebut kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas dan lembaga pendidikan, penting untuk membangun budaya digital yang lebih sehat dan aman. Edukasi langsung kepada masyarakat dianggap efektif untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mencegah munculnya korban kejahatan siber di berbagai kalangan usia.
Melalui kegiatan literasi digital tersebut, HGI dan Polda Sumbar berharap masyarakat semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi dan lebih siap menghadapi tantangan di ruang digital. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan dapat menikmati manfaat teknologi modern tanpa mudah terjebak dalam berbagai risiko aktivitas online yang semakin berkembang.






