Jakarta, 2 Mei 2026 – Peran hubungan masyarakat (humas) di perguruan tinggi dinilai semakin strategis seiring perkembangan teknologi digital yang pesat. Institusi pendidikan dituntut mampu membangun komunikasi yang efektif, transparan, dan adaptif di tengah arus informasi yang semakin cepat.
Perguruan tinggi kini tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga pada bagaimana menyampaikan informasi kepada publik secara tepat. Humas berperan penting dalam menjaga reputasi institusi, membangun kepercayaan, serta mengelola komunikasi di berbagai platform digital.
Dalam upaya memperkuat kapasitas tersebut, BINUS bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong peningkatan kompetensi tenaga humas di lingkungan kampus. Program ini bertujuan agar humas mampu menghadapi tantangan komunikasi modern yang semakin kompleks.
Penguatan kompetensi mencakup kemampuan pengelolaan media digital, strategi komunikasi krisis, serta pemanfaatan teknologi untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Selain itu, humas juga diharapkan mampu menyampaikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab.
Pakar komunikasi menilai bahwa di era digital, humas tidak lagi sekadar penyampai informasi, tetapi juga menjadi pengelola narasi dan citra institusi. Kecepatan dan ketepatan dalam merespons isu menjadi faktor penting dalam menjaga reputasi.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi dinamika komunikasi global. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Dengan penguatan peran humas, perguruan tinggi diharapkan mampu lebih adaptif dalam menghadapi perubahan serta membangun hubungan yang lebih baik dengan masyarakat luas.






