Jakarta, 9 Mei 2026 – Pemanfaatan teknologi pendidikan dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan literasi dan kompetensi guru di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin digital dan dinamis.
Pengamat pendidikan menjelaskan bahwa guru saat ini dituntut tidak hanya mampu mengajar secara konvensional, tetapi juga memahami penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan generasi modern.
Perkembangan platform digital, aplikasi pembelajaran, hingga kecerdasan buatan mulai mengubah cara guru menyampaikan materi dan berinteraksi dengan siswa di sekolah maupun ruang belajar daring.
Karena itu, peningkatan literasi digital guru dianggap sangat penting agar tenaga pendidik mampu mengikuti perubahan metode belajar yang terus berkembang.
Teknologi pendidikan kini memungkinkan guru memperoleh akses lebih luas terhadap materi ajar, pelatihan daring, sumber referensi global, hingga metode evaluasi pembelajaran yang lebih interaktif.
Selain membantu proses belajar mengajar, penggunaan teknologi juga dinilai dapat meningkatkan kreativitas guru dalam menyampaikan materi sehingga siswa lebih mudah memahami pelajaran.
Pemerintah sendiri terus mendorong digitalisasi pendidikan melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan kompetensi guru berbasis teknologi.
Sejumlah sekolah dan lembaga pendidikan mulai memanfaatkan platform pembelajaran digital, video interaktif, sistem ujian daring, hingga aplikasi manajemen kelas untuk mendukung kegiatan belajar.
Pengamat pendidikan menilai kemampuan literasi digital guru kini menjadi bagian penting dalam kualitas pendidikan nasional karena siswa hidup di lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi.
Namun di sisi lain, masih terdapat tantangan dalam penerapan teknologi pendidikan, terutama terkait akses internet, fasilitas perangkat digital, dan kemampuan penggunaan teknologi di berbagai daerah.
Guru di wilayah terpencil disebut masih menghadapi keterbatasan infrastruktur yang membuat proses digitalisasi pendidikan belum berjalan merata.
Selain infrastruktur, pelatihan berkelanjutan juga dinilai penting agar guru tidak hanya memahami penggunaan teknologi secara teknis, tetapi juga mampu menerapkannya secara efektif dalam pembelajaran.
Penggunaan teknologi pendidikan juga perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan pendekatan humanis agar proses belajar tetap berfokus pada pengembangan karakter siswa.
Pakar pendidikan menilai teknologi seharusnya menjadi alat pendukung pembelajaran, bukan menggantikan peran utama guru sebagai pendidik dan pembimbing siswa.
Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, peningkatan literasi digital guru diperkirakan akan menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih modern, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.






