Jakarta, 26 Mei 2026 – Politeknik Negeri Malang (Polinema) terus memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program pendampingan digitalisasi bagi petani dan pelaku UMKM melon di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Program tersebut difokuskan pada pemanfaatan teknologi digital dan sistem hemat energi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, serta daya saing produk pertanian lokal. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi sektor pertanian tradisional agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi modern. Melalui kolaborasi dengan kelompok tani dan pelaku usaha setempat, Polinema menghadirkan berbagai inovasi yang dapat membantu proses budidaya hingga pemasaran produk melon secara lebih efektif. Kehadiran teknologi diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus menekan biaya operasional para pelaku usaha.
Dalam program tersebut, para petani mendapatkan pendampingan terkait penggunaan sistem irigasi hemat energi, pemantauan kondisi tanaman berbasis digital, hingga pengelolaan pemasaran melalui platform daring. Selain itu, pelaku UMKM juga dibantu memahami strategi branding dan penjualan digital agar produk olahan melon dapat menjangkau konsumen lebih luas. Polinema menilai banyak petani dan UMKM memiliki potensi besar, namun masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan nilai usaha mereka. Oleh sebab itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berupa pemberian alat, tetapi juga pelatihan dan pendampingan secara langsung di lapangan. Dengan cara tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengoperasikan teknologi secara mandiri dan berkelanjutan.
Para petani melon di Blitar menyambut positif program pendampingan tersebut karena dinilai membantu meningkatkan efisiensi dalam proses budidaya. Sistem irigasi hemat energi yang diperkenalkan disebut mampu mengurangi penggunaan listrik dan air dibanding metode konvensional sebelumnya. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga membantu petani memantau kondisi tanaman secara lebih akurat sehingga risiko gagal panen dapat ditekan. Di sisi pemasaran, penggunaan media sosial dan platform digital mulai membuka peluang penjualan yang lebih luas hingga ke luar daerah. Para pelaku UMKM berharap program seperti ini dapat terus berlanjut agar sektor pertanian lokal semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar modern.
Pengamat pertanian dan ekonomi digital menilai transformasi digital di sektor pertanian menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan perubahan iklim dan persaingan pasar yang semakin ketat. Pemanfaatan teknologi hemat energi dinilai tidak hanya membantu menekan biaya produksi, tetapi juga mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, digitalisasi pemasaran memberi kesempatan bagi petani dan UMKM untuk memperluas jaringan konsumen tanpa harus bergantung pada pasar tradisional semata. Namun mereka juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar teknologi yang diperkenalkan benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha dianggap menjadi kunci keberhasilan transformasi sektor pertanian modern.
Polinema berharap program pendampingan tersebut dapat menjadi contoh pengembangan pertanian berbasis teknologi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Ke depan, institusi pendidikan vokasi dinilai memiliki peran besar dalam menghadirkan solusi praktis bagi sektor pertanian dan UMKM di berbagai daerah. Dengan dukungan inovasi teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sektor pertanian lokal diyakini memiliki peluang besar untuk berkembang lebih maju. Program digitalisasi dan efisiensi energi juga diharapkan membantu menciptakan sistem usaha yang lebih berkelanjutan di tengah perubahan ekonomi dan lingkungan global. Melalui langkah kolaboratif semacam ini, petani dan UMKM lokal diharapkan semakin siap menghadapi tantangan masa depan.






