Jakarta, 22 September 2026 – Rencana penggabungan Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery (WBD) semakin mendekati tahap penyelesaian setelah hambatan hukum utama terhadap transaksi tersebut berhasil diselesaikan. Kesepakatan dengan sejumlah negara bagian Amerika Serikat dan organisasi penulis Hollywood membuka jalan bagi proses akuisisi untuk dilanjutkan. CEO Paramount Skydance David Ellison memperkirakan transaksi dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua minggu. Namun, kepastian mengenai merger justru menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan karyawan kedua perusahaan. Mereka mulai mencemaskan kemungkinan pemutusan hubungan kerja setelah operasional Paramount dan WBD digabungkan.
Kekhawatiran tersebut muncul karena kedua perusahaan memiliki banyak divisi dengan fungsi yang serupa. Tim teknologi, pemasaran, penjualan iklan, layanan streaming, hingga fungsi korporasi menjadi area yang berpotensi mengalami konsolidasi. Setelah merger selesai, manajemen diperkirakan akan menentukan sistem dan kelompok kerja mana yang dipertahankan. Kondisi tersebut memunculkan persaingan internal karena karyawan dari kedua perusahaan memiliki kemampuan serta pekerjaan yang saling tumpang tindih. Hingga kini, manajemen belum memberikan rincian mengenai jumlah maupun posisi yang berpotensi terdampak.
Ellison mengakui proses penggabungan masih menyisakan banyak pertanyaan bagi para pekerja. Dalam komunikasi kepada karyawan, ia menyampaikan bahwa perusahaan belum memiliki seluruh jawaban mengenai struktur organisasi, posisi, dan pola kerja setelah transaksi selesai. Paramount sebelumnya juga menargetkan penghematan biaya lebih dari US$6 miliar melalui penggabungan operasional. Target efisiensi tersebut menjadi salah satu alasan kekhawatiran mengenai kemungkinan pemangkasan tenaga kerja semakin besar. Pengurangan fungsi yang sama di kedua perusahaan dipandang sebagai salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai efisiensi tersebut.
Merger ini akan menyatukan sejumlah aset besar dalam industri hiburan dan media Amerika Serikat. Paramount memiliki Paramount Pictures, CBS, Paramount+, Pluto TV, dan berbagai jaringan televisi, sementara WBD membawa Warner Bros., HBO, HBO Max, CNN, TNT, serta sejumlah aset lainnya. Kombinasi tersebut akan membentuk salah satu kelompok media dan hiburan terbesar di dunia. Namun, skala perusahaan yang semakin besar juga membuat banyak pekerjaan memiliki fungsi yang beririsan. Integrasi teknologi dan layanan streaming diperkirakan menjadi salah satu bagian paling kompleks dalam proses penggabungan.
Kekhawatiran mengenai lapangan kerja sebenarnya telah muncul sejak rencana transaksi diumumkan. Analisis mengenai dampak merger sebelumnya memperkirakan ribuan pekerjaan di wilayah Los Angeles dapat menghadapi risiko akibat konsolidasi dalam beberapa tahun setelah transaksi. Angka tersebut merupakan perkiraan mengenai pekerjaan yang berpotensi terdampak dan bukan jumlah PHK yang telah diputuskan perusahaan. Paramount juga telah memberikan sejumlah komitmen untuk mempertahankan kegiatan produksi dan mendukung pekerja yang terkena dampak. Meski demikian, ketidakpastian tetap dirasakan pekerja karena struktur organisasi gabungan belum diumumkan secara terperinci.
Di sisi lain, penyelesaian sengketa hukum memberikan kepastian lebih besar mengenai kelanjutan transaksi setelah sebelumnya menghadapi tantangan antimonopoli. Paramount memberikan sejumlah komitmen, termasuk peningkatan investasi produksi di Amerika Serikat dan mempertahankan fasilitas studio utama. Perusahaan juga berkomitmen menjaga tingkat produksi film bioskop dalam beberapa tahun mendatang. Langkah tersebut diarahkan untuk meredakan kekhawatiran bahwa konsolidasi akan mengurangi produksi dan pilihan bagi konsumen. Namun, persoalan mengenai efisiensi tenaga kerja tetap menjadi perhatian besar menjelang penyelesaian merger.
Karyawan Paramount dan WBD kini menunggu kejelasan mengenai bentuk perusahaan setelah integrasi resmi dilakukan. Manajemen masih harus menentukan struktur kepemimpinan, teknologi yang digunakan, pembagian divisi, hingga strategi untuk layanan streaming dan jaringan televisi. Proses tersebut diperkirakan menjadi tahap penting yang menentukan nasib banyak pekerja dari kedua perusahaan. Merger dapat memberikan peluang untuk membangun kelompok hiburan dengan skala lebih besar, tetapi juga membawa konsekuensi dari banyaknya fungsi yang saling tumpang tindih. Kepastian mengenai potensi PHK kemungkinan baru terlihat setelah manajemen menyelesaikan rancangan integrasi dan mulai menerapkannya.






